Bersandar pada warna malam temaram.
Kudekap pikirku dulu.
Berteman cerutu terhisap merdu.
Kuingat lembar demi lembar alur nasib.
Mengisah menjerat kaki langkah mengangkat.
Hidup tersemat tak terawat.
Terabai disetiap daun berserak.
Pilu sedih dan luka menganga.
Membengkak tak bernyawa.
Pikirku dulu
Tweet
Kudekap pikirku dulu.
Berteman cerutu terhisap merdu.
Kuingat lembar demi lembar alur nasib.
Mengisah menjerat kaki langkah mengangkat.
Hidup tersemat tak terawat.
Terabai disetiap daun berserak.
Pilu sedih dan luka menganga.
Membengkak tak bernyawa.
Pikirku dulu




0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda