terajut mimpi dalam alur malam
termanja alunan rembulan mengabdi
syair-syair koyak tersaji tak henti
berontak tak terjaga oleh tangan bijak
lentera memandang melas tanpa cahaya
hitam gelap mewarna dinding-dinding malam
tiba-tiba
tangan bijak menghampiri di separuh malam
menggapai menghempas segala riuh hati
akhirnya
kidung malam tersaji lain
biru menyatu hijau menyantun malam
putih merubah dinding menyingkap hitam
dan
terbangun tersambut matahari menyinar jiwa
tersemat senyum abadi kala berdiri.




0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda