Berpalinglah dia
dari ucap dan ikrarnya dulu
Muka dari kemeja putih ber-jas necis
Menanam sumringah megah
dan
Hati kami yakin terpatri karena mimpi
Semakin larut mukanya menelusup malam
Dia takut tak berani tersambut mentari
Mengembang-kembang rasa salah menghibah
Dosa-dosa lalu lalang membayang
Merah hitam muka menghidang
Hingga akhirnya...
Ucapanya dulu menghantam kepentingan
OH....
Bingunglah tersingkirlah jiwanya dari ikrar
dan
Sampai sekarang
Dia belum bisa menjawab
Semua tinggal janji mengakar tanpa tumbuh berkembang
Kami disini disana dan disana
hanya menunggu dan menunggu
Janji manismu



0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda